Serapan Anggaran Dana Desa Berau Terbaik se Kaltim
ilustrasi uang
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG
REDEB-
Penyerapan angaran Dana Desa (DD) hingga Juli 2021 mencapai 56,40 persen dari
anggaran tersedia Rp 122 miliar lebih per tahun.
Dengan penyerapan maksimal itu mengantarkan
Kabupaten Berau dinobatkan menjadi yang terbaik se Kalimantan Timur (Kaltim)
dalam serapan anggaran DD nya.
Realisasi itu patut diapresiasi meskipun
ditengah pandemi Covid-19, Berau masih bisa tetap menjalankan program
kegiatan, karena akan menjadi barometer penting tahun depan oleh Pemerintah
Pusat (Pempus).
Menurut penjelasan Kepala Dinas Pemberdayaan
Masyarakat dan Pemerintah Kampung (DPMPK) Berau Ilyas Natsir, keberhasilan
yang ada, berupaya dipertahankan artinya bukan hanya pada tahap pertama serapan
harus bagus tetapi juga tahapan tahapan berikutnya lagi.
Untuk kampung berstatus regular yang menerima
dan sudah mencairkan DD,
sebanyak 92 kampung dan 8 kampung berstatus mandiri.
Setahun ada 3 kali tahapan pencairan DD ini untuk kampung berstatus regular.
“Berbeda dengan kampung status mandiri hanya 2 kali tahapan saja pertahunnya,”
jelas Ilyas lagi.
Sedangkan
tahap kedua tambah Ilyas Natsir lagi, baru 35 kampung berstatus reguler dan 1
kampung berstatus mandiri yang sudah mencairkan DD tersebut. Namun apa yang
sudah terukir saat ini berupaya dipertahankan hingga akhir, bahkan tahun tahun
mendatang.
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) nya akan
terus mendorong kampung kampung di Bumi Batiwakkal dapat segera mencairkan DD
tahap kedua dan selanjutnya. Tetapi dengan tetap mengingatkan wajib tertib
administrasi. “Realisasi kegiatan dilapangan selain untuk pembangunan di
kampung, juga dialokasikan sebagai penanggulangan covid-19 diperkampungan
tersebut,” ujarnya.
Kelebihan DD apabila pembangunan kampung
dinilai telah maksimal, maka dapat dialokasikan untuk pemberdayaan.
Tidak hanya pembangunan, juga pemberdayaan
masyarakat. Kelompok masyarakat, kapasitas lokal, kelembagaan kampung, ekonomi
dan lainnya. “Serapan itu bisa maksimal tatkala tiap tahun kampung selalu punya
rencana matang. Tentu ini semua tergantung dari pemikiran, kinerja dan
kemampuan kepala kampung dan aparatnya dalam menyusun program,” tutur Ilyas.
Masih menurut Ilyas, DD juga bisa
dimanfaatkan untuk pelaksanaan padat karya yang menyesuaikan dengan hasil
musyawarah kampung sesuai dengan peraturan kementerian sebagaimana tahun 2020
lalu.
Ia berharap melalui DD ini yang dialokasikan
untuk pelaksanaan padat karya kedepan mampu menyerap tenaga kerja. “Agar
melalui program itu dapat membantu warga yang kehilangan mata pencaharian selama
pandemik ini,” pungkasnya.
Ditambahkan Ilyas, bahwa penyerapan Bantuan
Langsung Tunai (BLT) 8 persen dari DD untuk penanganan covid-19 juga telah
tersalurkan. (sep/adv)